Ikuti Forum Supermentor-28 di Jakarta, Gubernur Sumbar Serap Perspektif Kepemimpinan Global
Admin Biro Umum 16 April 2026 15:00:00 WIB 30 kali dibaca
JAKARTA — Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., menghadiri forum kepemimpinan internasional Supermentor‑28 on Leadership di Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam forum tersebut, Gubernur Mahyeldi menyerap langsung berbagai perspektif kepemimpinan dunia yang menekankan pentingnya keberanian, visi, serta keteguhan dalam menghadapi krisis dan ketidakpastian global.
“Materinya sarat pembelajaran. Kita bisa berbagi pengalaman tentang kepemimpinan di tengah ketidakpastian global,” ujar Mahyeldi.
Tiga Narasi Besar Kepemimpinan Dunia
Forum Supermentor-28 on Leadership menghadirkan berbagai pembelajaran dari pengalaman para tokoh dunia yang dikenal memiliki kepemimpinan kuat dalam menghadapi tantangan besar di negaranya.
Sedikitnya terdapat tiga narasi besar kepemimpinan yang diangkat dalam forum tersebut, yang dinilai relevan untuk menjadi pembelajaran bagi para pemimpin masa kini dan masa depan.
Narasi pertama berasal dari sosok Nelson Mandela, yang dikenal sebagai pemimpin visioner dalam memperjuangkan persatuan dan rekonsiliasi nasional setelah berakhirnya sistem apartheid di Afrika Selatan. Kepemimpinannya menunjukkan bahwa keberanian moral dan komitmen terhadap persatuan dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun stabilitas nasional.
Narasi kedua diangkat dari pengalaman Lee Kuan Yew, yang berhasil mentransformasi Singapura menjadi salah satu pusat ekonomi dunia melalui kepemimpinan yang visioner, disiplin, serta berorientasi pada pembangunan jangka panjang.
Sementara itu, narasi ketiga berasal dari pengalaman Susilo Bambang Yudhoyono, yang memimpin Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan nasional dan global, termasuk krisis ekonomi dan bencana alam, dengan pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan stabilitas dan diplomasi.
Ruang Pembelajaran Kepemimpinan Modern
Bagi Gubernur Mahyeldi, partisipasi dalam forum tersebut bukan sekadar menghadiri kegiatan seremonial, melainkan menjadi ruang pembelajaran strategis untuk memperkaya wawasan kepemimpinan.
Ia menilai bahwa tantangan kepemimpinan saat ini semakin kompleks, terutama di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, mulai dari perubahan ekonomi dunia hingga dampak krisis lingkungan.
Melalui forum ini, para peserta tidak hanya memperoleh materi kepemimpinan, tetapi juga kesempatan untuk berdiskusi serta berbagi pengalaman dengan peserta lain dari berbagai latar belakang.
Menurut Mahyeldi, pengalaman dan wawasan yang diperoleh dari forum kepemimpinan global dapat menjadi bekal penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.
Memperkuat Kepemimpinan yang Adaptif dan Visioner
Partisipasi dalam forum kepemimpinan internasional menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam era globalisasi, pemimpin dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang cepat serta memiliki visi jangka panjang yang jelas.
Mahyeldi menilai bahwa pembelajaran dari para tokoh dunia memberikan inspirasi tentang pentingnya keteguhan dalam mengambil keputusan, keberanian menghadapi tantangan, serta konsistensi dalam menjalankan visi pembangunan.
Ia menegaskan bahwa pengalaman yang diperoleh dari forum tersebut akan menjadi bahan refleksi sekaligus referensi dalam menjalankan kepemimpinan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dorong Kepemimpinan Berbasis Pembelajaran Berkelanjutan
Kehadiran Gubernur Sumatera Barat dalam forum Supermentor-28 on Leadership juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang kepemimpinan.
Pembelajaran berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Melalui forum tersebut, diharapkan lahir berbagai gagasan dan perspektif baru yang dapat diadaptasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga mampu menjawab tantangan zaman secara lebih efektif.
Bagi Mahyeldi, forum ini bukan sekadar agenda pembelajaran, melainkan ruang untuk memperkuat cara berpikir kepemimpinan agar tetap relevan dengan perkembangan global serta kebutuhan masyarakat di masa depan.
