Gubernur Mahyeldi Letakkan Batu Pertama Relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie

Admin Biro Umum 11 Maret 2026 16:00:45 WIB 8 kali dibaca

PASAMAN BARAT — Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M. melakukan peletakan batu pertama pembangunan relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (11/3/2026).

Pembangunan relokasi sekolah tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memperluas akses pendidikan kejuruan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sasak Ranah Pasisie dan sekitarnya.

Relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie merupakan bagian dari implementasi kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Program Revitalisasi SMK Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa pembangunan tersebut tidak sekadar memindahkan lokasi bangunan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar mampu menjawab tantangan dunia kerja di masa depan.

“Kita menyadari bahwa tantangan zaman menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam keterampilan,” ujar Mahyeldi.

Ia juga menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memajukan pendidikan vokasi, salah satunya dengan memperluas akses pendidikan kejuruan sehingga semakin banyak generasi muda dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan Angka Partisipasi Kasar (APK) SMK dapat mencapai sekitar 30 persen, sehingga kesempatan belajar bagi anak-anak di berbagai daerah, termasuk di Sasak Ranah Pasisie, semakin terbuka.

Selain memperluas akses pendidikan, Pemprov Sumbar juga terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi dan numerasi siswa, serta peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Keberhasilan pendidikan vokasi, menurut Mahyeldi, juga diukur dari sejauh mana lulusan SMK mampu terserap di dunia kerja.

“Untuk itu kita menargetkan tingkat penyerapan lulusan SMK dapat mencapai lebih dari 80 persen. Hal ini tentu membutuhkan sinergi yang kuat antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri,” jelasnya.