Gubernur Mahyeldi Serahkan Bantuan Bedah Rumah Rp25 Juta untuk Keluarga Gatot di Sawahlunto

Admin Biro Umum 04 Maret 2026 15:30:15 WIB 3 kali dibaca

SAWAHLUNTO — Dalam suasana dini hari yang tenang menjelang sahur, Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., menelusuri jalan setapak menuju Dusun Simotung, Nagari Lunto Timur, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, untuk menyerahkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada keluarga Gatot Subagio (47), Rabu (4/3/2026).

Kedatangan Gubernur di waktu sahur tersebut membuat Gatot dan istrinya, Neti Netrawati (43), terkejut sekaligus haru. Saat itu, pasangan yang memiliki lima orang anak tersebut baru saja bangun untuk menyiapkan santap sahur bagi keluarga mereka.

“Assalamualaikum, kami datang untuk sahur bersama keluarga Pak Gatot, apakah diizinkan,” sapa Mahyeldi dengan hangat saat tiba di kediaman keluarga tersebut.

Di tengah suasana rumah yang sederhana dengan dinding triplek yang telah lapuk, tanpa plafon, serta perabotan yang sangat terbatas, Mahyeldi melihat langsung kondisi tempat tinggal keluarga Gatot yang dinilai memang layak mendapatkan bantuan perbaikan.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa bertemu langsung dengan Pak Gatot dan keluarga. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu biaya bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan agar rumahnya lebih layak dan nyaman ditempati,” ujar Mahyeldi.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan bedah rumah sebesar Rp25 juta yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Barat. Selain itu, Bank Nagari melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga memberikan tambahan bantuan sebesar Rp2,5 juta.

Selain bantuan dana, keluarga Gatot juga menerima paket bantuan berupa sembako dan Al-Qur’an dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Mahyeldi berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga sekaligus mempercepat proses perbaikan rumah agar lebih aman, sehat, dan layak dihuni.

Sementara itu, Gatot mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi keluarganya selama ini bergantung pada pekerjaan serabutan yang ia jalani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga menyampaikan bahwa biaya pendidikan anak-anak sering menjadi tantangan tersendiri bagi keluarganya.

Meski demikian, anak sulung mereka, Andreanof (25), kini turut membantu perekonomian keluarga dengan bekerja sebagai sopir truk.

Dengan mata berkaca-kaca, Gatot bersama keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga Gatot, tetapi juga menghadirkan harapan baru serta semangat bagi mereka dalam menjalani kehidupan ke depan.