Gubernur Mahyeldi Gelar Subuh Mubarakah di Sijunjung, Ajak Umat Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan

Admin Biro Umum 02 Maret 2026 15:45:00 WIB 4 kali dibaca

SIJUNJUNG — Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadan di Kabupaten Sijunjung dengan menggelar kegiatan Subuh Mubarakah bersama masyarakat di Masjid Jami' Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Senin (2/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung selepas salat Subuh berjamaah tersebut dihadiri oleh masyarakat setempat serta jajaran pemerintah daerah. Momentum ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman selama bulan suci Ramadan.

Dalam tausiyahnya, Mahyeldi yang akrab disapa Buya Mahyeldi menekankan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan di tengah umat Islam.

“Ramadan menyatukan kita dalam ketaatan. Sahur bersama yang barusan kita lakukan, tarawih berjamaah di masjid, serta tadarus Al-Qur’an secara kolektif menjadi sarana mempererat tali persaudaraan di antara sesama umat Islam,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan bahwa ibadah puasa tidak hanya menjadi kewajiban spiritual, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Dengan merasakan lapar dan dahaga yang sama, umat Islam diajak untuk lebih peka dan berempati terhadap saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan.

Menurutnya, semangat empati dan kepedulian sosial tersebut merupakan salah satu hikmah utama dari ibadah puasa yang harus terus dipupuk dalam kehidupan sehari-hari.

“Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat mulia. Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan penuh kegembiraan, meningkatkan ibadah, memperbanyak amal, serta memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama,” ungkapnya.

Dalam tausiyahnya, Mahyeldi juga mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh selama hidup di dunia. Ia menggambarkan kondisi manusia di alam kubur dan akhirat yang merasakan “kelaparan” akibat kelalaian dalam menjalankan kewajiban puasa semasa hidup.

“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, menahan hawa nafsu, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Jangan sampai kita menyesal karena lalai beribadah,” pesannya.

Menutup tausiyahnya, Mahyeldi mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah, seperti salat tarawih, membaca Al-Qur’an, serta memperkuat kepedulian sosial dengan membantu sesama yang membutuhkan.

Melalui kegiatan Subuh Mubarakah tersebut, diharapkan semangat kebersamaan, silaturahmi, serta nilai-nilai keislaman dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Sumatera Barat selama bulan Ramadan dan seterusnya.