Sinergi Membangun Negeri, Pemprov Sumbar Perkuat Warisan Budaya dan Kualitas SDM melalui Kolaborasi TMII dan Perguruan Tinggi

Admin Biro Umum 29 Januari 2026 15:45:30 WIB 160 kali dibaca

PADANG 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat langkah strategis dalam membangun daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemprov Sumbar dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta kerja sama strategis dengan tujuh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) unggulan di Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Barat menyambut baik momentum kolaborasi besar ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sumatera Barat.

Kerja sama dengan TMII diarahkan pada optimalisasi promosi dan pelestarian kekayaan budaya Minangkabau di tingkat nasional, khususnya melalui revitalisasi peran Anjungan Sumatera Barat di TMII sebagai etalase budaya daerah. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Minangkabau serta meningkatkan daya tarik budaya Sumbar di kancah nasional.

“Anjungan Sumatera Barat di TMII bukan hanya simbol, tetapi representasi nilai, adat, dan filosofi hidup masyarakat Minangkabau. Melalui kerja sama ini, kita ingin memastikan budaya kita tetap hidup, dikenal, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Gubernur.

Selain penguatan sektor budaya, Pemprov Sumbar juga menandatangani kerja sama strategis dengan tujuh Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Barat. Kolaborasi ini difokuskan pada implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, guna mendorong lahirnya inovasi serta peningkatan kualitas SDM yang siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Gubernur menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting sebagai motor penggerak pembangunan dan ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat. Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja, riset terapan, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Kolaborasi adalah kunci. Kita ingin kebudayaan kita tetap eksis, dan dunia pendidikan kita menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat,” tegasnya.

Melalui kerja sama ini, Pemprov Sumbar optimistis penguatan sektor budaya dan pendidikan dapat berjalan seiring, saling mendukung, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu melahirkan Sumatera Barat yang berdaya saing, berkarakter, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya Minangkabau.