Gubernur Sumbar Minta BWS Sumatera V Segera Turunkan Alat Berat untuk Normalisasi Sungai Terdampak Bencana

Admin Biro Umum 06 Januari 2026 15:30:45 WIB 154 kali dibaca

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V segera menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan akibat bencana hidrometeorologi. Permintaan ini disampaikan menyusul kesepakatan seluruh pihak terkait dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Senin (5/1), di mana BWS Sumatera V telah menyiapkan 50 unit alat berat untuk mendukung kegiatan normalisasi sungai di wilayah terdampak.

 

Instruksi Gubernur untuk Percepatan Penanganan

Dalam peninjauan ke sejumlah daerah aliran sungai di Kota Padang pada Selasa (6/1/2026), Mahyeldi menegaskan pentingnya percepatan pembersihan material kayu serta pengerukan sedimen di sepanjang aliran sungai. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko banjir susulan yang berpotensi terjadi saat debit air meningkat.

“Saya berharap BWS Sumatera V dapat segera melakukan pembersihan material kayu serta pengerukan di sepanjang aliran sungai yang terdampak, agar risiko banjir susulan dapat diminimalisir,” ujar Mahyeldi.

 

Kondisi Sungai yang Mengkhawatirkan

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Gubernur menyebut masih banyak material kayu yang tersangkut di sepanjang aliran sungai. Selain itu, kondisi sungai yang mengalami pendangkalan dinilai rawan meluap.

  • Daerah Aliran Sungai Batang Kuranji menjadi prioritas penanganan karena material kayu dan pendangkalannya cukup mengkhawatirkan serta berada di kawasan permukiman padat.

  • Sungai Tabiang Banda Gadang dan Lubuk Minturun juga disebut perlu mendapat perhatian serius karena kondisi serupa.

 

Pemanfaatan Material Kayu

Mahyeldi juga menyampaikan bahwa material kayu yang terbawa arus banjir bandang dan mengendap di permukiman, lahan pertanian, maupun bantaran sungai dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, sepanjang tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban pembersihan sekaligus memberi manfaat tambahan bagi warga terdampak.

 

Peninjauan Infrastruktur dan Koordinasi

Dalam peninjauan di kawasan Tabing Banda Gadang, Kota Padang, Gubernur memastikan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana berjalan cepat dan tepat sasaran. Ia berkoordinasi dengan BPBD serta instansi terkait untuk mempercepat pembersihan material longsor dan sedimen yang mengendap di dasar sungai.

 

Instruksi Gubernur Mahyeldi kepada BWS Sumatera V menegaskan pentingnya tindakan cepat dalam penanganan pasca bencana. Dengan dukungan 50 unit alat berat yang telah disiapkan, normalisasi sungai diharapkan segera dilakukan agar risiko banjir susulan dapat ditekan. Sinergi antara pemerintah daerah, BWS, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi serta rekonstruksi infrastruktur di Sumatera Barat.