Sahur Penuh Haru di Rumah Warga, Gubernur Mahyeldi Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Padang Panjang
Admin Biro Umum 18 Maret 2026 14:30:45 WIB 11 kali dibacaPADANG PANJANG — Suasana sahur di sebuah rumah sederhana di sudut Kota Padang Panjang, Rabu (18/3/2026) dini hari, mendadak berubah haru. Di tengah kesunyian jelang fajar, Mahyeldi Ansharullah hadir langsung menyambangi kediaman Wirdawati (57), seorang janda dengan empat orang anak, dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Sekitar pukul 04.00 WIB, Gubernur tiba di rumah yang berlokasi di Jalan Pelita Dalam, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Padang Panjang Timur, Padang Panjang. Dengan sederhana, ia mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.
“Assalamualaikum, saya Gubernur Sumbar ingin menumpang makan sahur bersama keluarga Ibu Wirdawati,” ucapnya.
Sapaan itu sontak membuat Wirdawati tertegun. Tak menyangka rumahnya didatangi langsung oleh orang nomor satu di Sumatera Barat, ia pun menyambut dengan penuh haru.
“Waalaikumsalam, silakan masuk Pak Gubernur. Rumah kami kecil, harap dimaklumi,” jawabnya lirih.
Didampingi kedua anak lelakinya, Wirdawati bergegas membuka pintu dan merapikan rumahnya yang tampak lapuk dimakan usia. Di ruang sederhana itulah, kebersamaan sahur antara Gubernur dan keluarga kecil tersebut berlangsung hangat, penuh keakraban tanpa sekat.
Namun, momen paling mengharukan terjadi ketika Wirdawati mengetahui maksud kedatangan rombongan. Di tengah kondisi rumah yang sudah tidak layak huni, ia mendapat kabar bahwa tempat tinggalnya akan diperbaiki melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Air mata pun tak terbendung.
Gubernur Mahyeldi menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memastikan program sosial benar-benar menyentuh langsung warga.
Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan bedah rumah senilai Rp25 juta yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sumatera Barat, serta tambahan Rp2,5 juta dari Bank Nagari. Selain itu, turut diserahkan Al-Qur’an dan paket Ramadan.
“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi keluarga Ibu,” ujar Mahyeldi.
Ia menegaskan, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu.
Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sendiri menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain memperbaiki kondisi fisik hunian, program ini diharapkan mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Kunjungan sahur tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kehadiran pemimpin di tengah masyarakat tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan. Di rumah sederhana itu, Ramadan menghadirkan makna yang lebih dalam—tentang kepedulian, kebersamaan, dan perhatian nyata dari pemerintah kepada warganya.
