Rakor di Padang Panjang, Gubernur Mahyeldi Tekankan Penguatan Kolaborasi Antarlevel Pemerintahan

Admin Biro Umum 17 Maret 2026 15:15:00 WIB 15 kali dibaca

PADANG PANJANGMahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sebagai kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang Panjang di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang, Selasa (17/3/2026).

Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi antarlevel pemerintahan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah, mulai dari pemulihan ekonomi hingga peningkatan daya saing wilayah.

Dalam arahannya, Mahyeldi menekankan bahwa sinergi yang kuat antar pemerintah akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program strategis.

“Sinergitas antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai persoalan dapat kita selesaikan bersama dan program pembangunan bisa berjalan lebih optimal,” ujar Mahyeldi.

Lebih lanjut, Gubernur menilai Padang Panjang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi tersebut, menurutnya, dapat dioptimalkan melalui penguatan sektor perdagangan, peningkatan konektivitas, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi lokal.

Selain itu, Mahyeldi juga menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada tahun 2026. Hal ini sejalan dengan masuknya alokasi anggaran besar untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah daerah.

Ia menjelaskan bahwa anggaran tersebut tidak hanya berfungsi untuk pemulihan infrastruktur, tetapi juga akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap sektor ekonomi, seperti peningkatan aktivitas usaha, penyerapan tenaga kerja, hingga pertumbuhan investasi daerah.

“Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi yang mencapai triliunan rupiah tentu akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian. Momentum ini harus kita optimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Di sisi lain, Mahyeldi mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini menghadapi tantangan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan anggaran yang adaptif, inovatif, dan tepat sasaran agar program pembangunan tetap berjalan secara berkelanjutan.

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama antar pemerintah daerah dalam membangun sinergi yang lebih solid, guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Barat.