Gubernur Sumatera Barat Tinjau Posko Tanggap Darurat, Pastikan Penanganan Bencana 2025 Berjalan Optimal

Admin Biro Umum 12 Desember 2025 16:41:30 WIB 450 kali dibaca

Gubernur Sumatera Barat Tinjau Posko Tanggap Darurat, Pastikan Penanganan Bencana 2025 Berjalan Optimal

Padang, Desember 2025 — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mempercepat dan memperkuat penanganan bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah sepanjang tahun 2025. Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., hari ini meninjau langsung dua posko strategis guna memastikan pelaksanaan tanggap darurat bencana berjalan cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi.

Pastikan Distribusi Logistik Lancar di Posko Darurat BPBD

Kunjungan diawali di Posko Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana yang berlokasi di Kantor BPBD Sumatera Barat. Di lokasi ini, Gubernur memantau langsung proses distribusi bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana.

Gubernur menegaskan bahwa seluruh bantuan yang telah dihimpun harus segera disalurkan ke lapangan dan tidak boleh terjadi penumpukan logistik di posko. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti bahan pangan dan air minum, menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat.

Validasi Data Korban Jadi Perhatian Utama di Posko Kantor Gubernur

Usai meninjau posko BPBD, Gubernur melanjutkan kunjungan ke Posko Utama Penanganan Bencana di Kantor Gubernur Sumatera Barat. Fokus utama di posko ini adalah memastikan rekapitulasi data korban, kerusakan, dan dampak bencana telah disusun secara valid dan akurat.

Validasi data tersebut dinilai sangat krusial sebagai dasar pelaporan resmi kepada Pemerintah Pusat. Data yang akurat juga menjadi landasan penting dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

46 Jembatan Rusak, Penanganan Dilakukan Bertahap

Dalam penanganan infrastruktur terdampak bencana, BMC KTR berperan aktif melakukan pendataan dan perencanaan teknis perbaikan. Hingga saat ini, tercatat sekitar 46 jembatan mengalami kerusakan, termasuk jembatan yang berada dalam kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

Seluruh infrastruktur tersebut telah masuk dalam skema penanganan terpadu, baik untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang, guna memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat segera pulih.

Antisipasi Risiko ke Depan, Kajian Jalur Alternatif Disiapkan

Sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana di masa mendatang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menyiapkan kajian jalur alternatif, khususnya di kawasan rawan bencana seperti Lembah Anai. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta menjaga kelancaran arus transportasi apabila terjadi gangguan pada jalur utama.

Komitmen Hadir dan Responsif untuk Masyarakat

Peninjauan langsung oleh Gubernur ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk hadir secara langsung, responsif, dan berkelanjutan dalam melindungi masyarakat serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendoakan para korban dan mendukung petugas di lapangan agar proses penanganan bencana dan pemulihan dapat berjalan optimal.